Polisi tangkap pelaku peletakan kepala babi di mesjid Al-Ikhlas medan

Polisi masih mendalami motif pelaku meletakkan kepala babi di Masjid Al-Ikhlas, Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

Rumah pelaku rata rengan tanah
Pelaku diketahui bernama Herman Siahaan dan menantunya Faatullo Halawa (19). Faatullo telah ditangkap polisi, sedangkan Herman masih buron.

Rumah pelaku di Dusun Simpang Bambu, Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, telah dibakar massa hingga rata tanah.

Meski salah satu pelaku sudah ditangkap, warga tetap mendesak polisi untuk menuntaskan kasus tersebut dengan menangkap otak pelakunya, yakni Herman.

Tokoh pemuda di Kecamatan Natal, Henra kepada Metro Tabagsel (grup pojoksumut), Rabu (12/7/2017) meminta kepolisian segera menuntaskan kasus ini. Menurut dia, peletakan kepala babi di masjid dapat memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Kami mengutuk keras perbuatan pelaku yang meletakkan kepala babi di rumah ibadah warga. Ini sudah sangat menghina apabila pelakunya sengaja melakukannya,” imbuhnya.

“Namun kami tetap menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian supaya segera diungkap dan menyeret pelakunya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Henra mengimbau kepada semua lapisan masyarakat khususnya pimpinan OKP di Kecamatan Natal agar dapat menahan diri supaya penegak hukum dapat melakukan tugasnya dengan baik dan segera mengungkap kasus tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat terutama organisasi kepemudaan di Kecamatan Natal agar tetap tenang dan tidak terpengaruh kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ataupun pihak yang mengambil keuntungan maupun provokator. Kita tunggu saja proses hukum dulu,” himbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat di Kecamatan Natal khususnya warga Desa Sundutan Tigo agar tetap hati-hati, karena diduga ada gerakan memecah belah masyarakat.

Menurut dia, semua pihak harus tetap hati-hati, karena diduga ada gerakan yang berupaya memecah belah masyarakat dan umat beragama di Kecamatan Natal.

“Semoga masyarakat Natal bisa menyikapinya dengan menyerahkan kepada proses hukum yang sedang berjalan di Polres Madina, jangan emosional agar kerukunan umat beragama yang terjalin harmonis selama ini tidak ternodai atas kejadian ini,” pesannya.

Kejadian peletakan kepala babi di tangga masjid ini sudah berujung pada pembakaran rumah pelaku. Aksi pembakaran rumah pelaku tersebut terjadi pada Selasa dini hari kemarin

Sementara, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny yang dihubungi Metro Tabagsel melalui Kepala Satreskrim AKP Henro Sutarno membeberkan perkembangan kasus tersebut. Menurut Henro, pihaknya sudah mengamankan tersangka dan mengejar pelaku yang lain.

“Tersangka sudah ada yang diamankan, kami sedang mengejar pelaku yang lain,” sebut Henro.

Sementara, untuk motif pelaku peletakan kepala babi di tangga masjid tersebut hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman.
Pojoksatu.id
Lebih baru Lebih lama