Dua orang Mahasiswa Indonesia ditahan di Mesir - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dua orang Mahasiswa Indonesia ditahan di Mesir

Kedutaan Besar Indonesia untuk Mesir menyiapkan bantuan hukum untuk dua mahasiswa Al Azhar yang ditahan di Markas kepolisian kota Aga, Mesir. Dua mahasiswa tersebut yakni Muhammad Hadi dan Nurul Islami Elfis.


"KBRI Cairo juga telah melakukan kunjungan ke Kantor Kepolisian Aga agar dapat dipertemukan dengan kedua mahasiswa Indonesia tersebut dan meminta keduanya dapat dibebaskan. Namun aparat Kepolisian Aga tidak berkenan memberikan keterangan atau informasi terkait keberadaan keduanya. Sehubungan dengan hal ini, KBRI akan menyiapkan pengacara untuk memberikan perlindungan hukum kepada kedua mahasiswa tersebut," ujar Dubes Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi dalam keterangannya, Jumat (11/8/2017).

Helmy Fauzi mengatakan, dua mahasiswa itu ditangkap karena berada di daerah yang dilarang pemerintah Mesir. Daerah terlarang itu yakni Samanud yang terindikasi terdapat sejumlah madrasah dan kelompok radikal.

"Sebelum kejadian penangkapan ini, jauh hari KBRI Cairo telah menyampaikan imbauan kepada para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk senantiasa waspada terhadap gerakan atau perkumpulan yang bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Mesir," ujarnya.

Sebagai informasi, lanjut Helmy, Universitas Al Azhar telah melarang mahasiswanya untuk berguru kepada para syeikh yang tidak berafiliasi dengan Al Azhar yang umumnya berada di luar kota Cairo. Mahasiswa Al Azhar juga dilarang bertempat tinggal dan berguru dengan ulama atau syeikh di Samanud.

"Karena diindikasikan bahwa di wilayah itu terdapat sejumlah madrasah dan kelompok radikal yang berseberangan dengan Pemerintah Mesir," ujar Helmy.

Awalnya, menurut Helmy, dua mahasiswa tersebut telah meninggalkan daerah Samanud karena terancam ditangkap oleh aparat keamanan Mesir. Namun ada barang yang tertinggal di Samanud.

"Ketika para mahasiswa Al Azhar yang sebelumnya bertempat tinggal di Samanud meninggalkan Samanud untuk pindah ke Cairo karena kekhawatiran ditangkap aparat keamanan Mesir, KBRI Cairo telah menawarkan bantuan untuk membantu mengambilkan barang-barang mahasiswa yang tertinggal di kota ini. Namun tawaran ini ditolak oleh para mahasiswa tersebut," ucap Helmy.

Meski begitu, Helmy menyatakan saat ini KBRI Mesir telah melakukan diplomasi dengan Kemenlu Mesir. Namun KBRI Mesir belum menerima notifikasi resmi dari pihak terkait.

"Upaya perlindungan warga negara yang dilakukan KBRI Cairo telah dilaksanakan sejak awal kejadian tersebut diketahui oleh KBRI Cairo. KBRI Cairo terus berkomunikasi dengan Kemlu Mesir, National Security, Kementerian Dalam Negeri, dan aparat keamanan Mesir. Namun demikian, hingga saat ini KBRI Cairo belum menerima notifikasi resmi dari pihak-pihak terkait Mesir perihal penahanan dua mahasiswa Indonesia tersebut," kata Helmy. (detik.com)