Waspada, 5 Penipuan Yang Sering Terjadi di Bali - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Waspada, 5 Penipuan Yang Sering Terjadi di Bali

Bali memang dikenal sebagai satu destinasi paling populer di Indonesia. Lebih dari satu juta wisatawan mengunjungi pulau ini setiap tahunnya. Banyaknya wisatawan yang datang ke Bali tak selamanya berdampak baik.


Ada orang-orang tertentu yang memanfaatkannya untuk melakukan penipuan. Kerugian yang diderita bisa mencapai jutaan rupiah. Dilansir TribunTravel.com dari laman indoindians.com berikut 5 penipuan yang paling sering terjadi di Bali.

Bali memang dikenal sebagai satu destinasi paling populer di Indonesia. Lebih dari satu juta wisatawan mengunjungi pulau ini setiap tahunnya.

Banyaknya wisatawan yang datang ke Bali tak selamanya berdampak baik. Ada orang-orang tertentu yang memanfaatkannya untuk melakukan penipuan.

Kerugian yang diderita bisa mencapai jutaan rupiah. Dilansir dari laman indoindians.com berikut 5 penipuan yang paling sering terjadi di Bali.

1. Supir pribadi

Ada banyak pilihan transportasi di Bali.

Beberapa orang mungkin lebih memilih menyewa seorang sopir pribadi untuk membawa mereka berkeliling Bali selama satu hari.

Cukup murah sebenarnya untuk mendapatkan sopir pribadi di Bali (biasanya dimulai sekitar Rp500.000 per hari), tetapi traveler perlu berhati-hati pada driver pribadi palsu yang akan menagih biaya lebih.

Driver palsu ini akan membawa traveler ke beberapa tempat-tempat wisata, restoran, atau toko-toko di mana mereka memiliki kesepakatan dengan pemiliknya.

Disarankan mulai mencari perusahaan atau jasa resmi yang menyediakan supir pribadi.



2. Penukaran uang


Hati-hati jika traveler menemukan penukaran uang yang menunjukkan nilai tukar yang lebih tinggi pada papan tulis mereka untuk menarik 'korban'.

Jika traveler sampai terpikat dan menukarkan uang di sana.

Mereka biasanya akan menawarkan pecahan tak lebih dari Rp 10 ribu.

Ini yang perlu diwaspadai karena bila dihitung, tumpukan rupiah memiliki harga tukar yang berbeda dan jauh lebih sedikit. BMC adalah satu perusahaan money changer yang terpercaya di Bali.

Mereka selalu mengandalkan penukaran uang dengan tanda 'tidak ada komisi', karena beberapa toko tidak jujur mungkin mengenakan komisi tingkat yang lebih tinggi untuk layanan mereka.



3. Naik taksi

Sama seperti di Jakarta, taksi adalah cara yang nyaman untuk bepergian di seluruh Bali.
Sayangnya, ada beberapa sopir taksi nakal yang mungkin mengambil keuntungan dari wisatawan dengan tingkat biaya yang tidak rasional.

Oleh karena itu, untuk pilihan yang lebih aman, selalu menggunakan taksi terpercaya dari perusahaan seperti BlueBird.


4. Pemandu wisata

Bali dikenal akan keragaman budaya dan peninggalan adatnya yang masih terjaga sampai sekarang.
Sayangnya selalu ada beberapa orang yang mengambil keuntungan dari ini dengan meyakinkan wisatawan untuk mengambil layanan mereka.

Mereka akan mengatakan jika ada upacara keagamaan yang terjadi di dalam kuil dan biaya untuk masuk ke dalamnya cukup tinggi.

Beberapa menawarkan tur gratis, tetapi pada akhir tur mereka akan meminta 'sumbangan' dengan cara menyedihkan yang membuat traveler sulit untuk menolak.

Untuk menghindari hal ini, lebih baik jika traveler tegas dari awal dan mengatakan tidak perlu bantuan tur.


5. Pusat belanja

Sebagai hotspot wisata, Bali memiliki banyak toko-toko yang menjual souvenir menarik dan pernak pernik untuk dibawa pulang.

Tapi, beberapa toko-toko ini telah berkembang menjadi 'perangkap' bagi pembeli

Beberapa menjual produk dengan harga tinggi yang berbeda dengan toko di sebelahnya.

Bagi traveler yang ingin berbelanja souvenir dengan harga murah bisa datang ke Pasar Seni Sukawati.
Merdeka.com