Dibilangin jangan naik terlalu cepat saat nyelam,ngeyel akhirnya tubuh pria ini mendadak besar - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dibilangin jangan naik terlalu cepat saat nyelam,ngeyel akhirnya tubuh pria ini mendadak besar

Peristiwa tak terduga dalam hidup bisa terjadi kapan saja. Ya, manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Bisa saja hari ini kamu merasa bahagia, tapi esok sudah dirundung duka. Seorang nelayan mengalami kasus yang mengerikan setelah naik ke permukaan dari penyelamannya terlalu cepat.



Pria tersebut bernama Alejandro Ramos Martinez yang berasal dari Peru, Amerika Selatan. Alejandro adalah seorang penyelam dan biasa bekerja sebagai nelayan. Alejandro mencari ikan dan hasil laut lainnya yang biasa digunakan untuk restoran seafood. Awalnya, jika dilihat sekilas, pria satu ini terlihat seperti memiliki otot yang besar.

Namun ternyata bukan itu yang sebenarnya terjadi. Pria tersebut tidak memiliki otot yang terbentuk dengan baik seperti para binaragawan. Bahkan saat ini pihak medis mengatakan bahwa tubuhnya menjadi cacat.

Melansir DailyMail, Alejandro Ramos Martinez saat ini memiliki pembengkakan sekitar 5 kg pada lengannya dan dadanya. Peristiwa ini bermula ketika dia pergi menyelam untuk mengumpulkan hewan laut di dasar laut.

Kesalahan fatalnya adalah naik melalui air terlalu cepat. Tindakan itu menyebabkan nitrogen dalam darahnya membentuk gelembung besar yang mengerikan.




Nitrogen membengkak ke dalam kantung-kantung yang besar dan membuat dia menderita karena penyakit dekompresi yang ekstrem.

Gejalanya meliputi persendian bengkak, berbintik-bintik, kulit gatal, kerusakan otak, kelumpuhan, sakit kepala, batuk, pusing dan mual.

Penyakit dekompresi, yang biasanya disebabkan oleh naiknya terlalu cepat saat melakukan scuba diving, juga bisa berakibat fatal dan sangat ditakuti oleh para penyelam. Tapi kasus Alejandro terbilang unik karena nitrogen terjebak di sekitar ototnya. Alejandro saat ini sedang diberi perawatan oksigen di kamar dengan tekanan udara khusus.

Miguel Alarcon seorang dokter di rumah sakit San Juan de Dios di Pisco, Peru, mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya sejauh ini berhasil menguras sekitar 30 persen nitrogen di tubuh Alejandro.
Dokter juga terus meneliti penyakit dekompresi Alejandro karena sifatnya yang langka dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Mereka telah mempertimbangkan operasi untuk menghilangkan nitrogen dari tubuh Alejandro namun khawatir operasi akan terlalu sulit. Untuk saat ini Alejandro mengalami sakit parah dan berjalan dengan susah payah karena kecelakaan itu.

Dia juga menderita hipertensi serius.

Pembengkakannya menjadi semakin menjadi berkat penggunaan komputer selam atau meja selam yang bisa dipakai untuk menghitung seberapa cepat mereka bisa naik.

Tak diketahui secara jelas apa yang menyebabkan Alejandro naik begitu cepat sehingga dia membengkak. Saat ini besar kemungkinan Alejandro tidak akan bisa menyelam lagi. ( sumber )