Fotografer ini Diizinkan Potret Korut dari Udara, Publik Kaget Lihat Keanehan yang Terekam Kamera - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Fotografer ini Diizinkan Potret Korut dari Udara, Publik Kaget Lihat Keanehan yang Terekam Kamera

Semua pasti sepakat bila Korea Utara adalah satu negara yang saat ini paling jadi perhatian dunia. Berbagai masalah terjadi. Mulai krisis Korea yang kembali panas setelah negara ini mengujicoba bom hidrogen. Sampai masalah sosial yang disebut-sebut dialami warga sipil karena kediktatoran pemimpin negara mereka.

Negara ini memang dikenal sebagai negara yang sangat menutup diri. Turis yang datang, dikenai banyak aturan, termasuk soal izin memotret. Nah, baru-baru ini, seorang fotografer Singapura diizinkan kesempatan langka untuk memotret Pyongyang, ibu kota Korea Utara.

Yang istimewa, ia diberi kesempatan untuk memotret Pyongyang dari udara. 

Lalu, bagaimana kondisinya?
Selayaknya ibu kota pada umumnya, Pyongyang penuh dengan gedung pencakar langit. Banyak gedung pencakar langit berwarna-warni, ada pula jembatan berwarna-warni dan jalan modern. Terlihat pula beberapa lapangan dari atas pesawat.

Namun setelah foto-foto itu diamati, ada hal janggal yang membuat merinding. Dalam foto itu, tak terlihat sedikit pun kerumunan orang-orang. pemandangan Pyongyang dari udara



Padahal, harusnya, kota ini dihuni oleh 2,58 juta jiwa. Namun entah kenapa dalam rekaman itu tidak terlihat ada kerumunan orang. Kota itu pun mirip kota mati, seperti yang biasa dilihat dalam film horor soal zombie.


Fotografer yang bernama Aram Pan ini diizinkan merekan Pyongyang dari atas pesawat sebagai bagian dari keterlibatannya dengan DPRK360.



Itu adalah proyek untuk menampilkan perspektif yang berbeda tentang negara ini lewat gambar dan film. Rekaman diambil di siang hari di mana seharusnya kota terlihat ramai. Ada pula sungai namun terlihat tidak banyak orang disitu. Banyak juga orang yang bertanya pada Pan kenapa tidak ada foto penjara dan orang kelaparan.

Pan pun menjawab : "Berapa banyak wisatawan yang mengunjungi negara lain dan diminta untuk mengunjungi penjara dan daerah kumuh mereka?,"