Mau banget kuliah tapi gak ada biaya, Topan milih bunuh diri - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mau banget kuliah tapi gak ada biaya, Topan milih bunuh diri

Topan Zulkarnain (20) frustasi hingga akhirnya memutuskan bunuh diri. Dugaan utamanya mengakhiri hidup adalah keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak terealisasi.


Pasalnya, sejak tamat SMA dua tahun lalu, dia sangat ingin melanjutkan pendidikan. Namun, kedua orang tuanya tidak punya biaya. Korban mengkhiri hidupnya di rumah abangnya di Jalinsum Palia Desa Gunung Melayu Kecamatan Kualuh Selatan Labura, Rabu (30/8/2017) sekira pukul 7.30 WIB.

Informasi dihimpun dari lokasi kejadian, pagi hari Topan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon yang diikatkan di broti alur seng di ruang tengah dengan lehernya terikat oleh tali nilon dan menginjakkan kakinya di kursi plastik. Kursi plastik di jatuhkannya dan dirinya pun tergantung dengan posisi leher terikat.

Mendengar suara kursi terjatuh, anak abangnya bernama Sasa (9 tahun) yang ketepatan sakit demam dan tidur tidak jauh dari gantung diri, Sasa menjerit. Sasa kemudian membangunkan bapaknya (ayahnya) yang tidur di kamar, bernama A yang tidak lain abang kandung korban. A, pun berdiri dan langsung berusaha menolong korban (Topan Zulkarnain) dan menurunkannya, namun nyawanya tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

“Adikku ini ingin kuliah setelah tamat SMA dua tahun lalu. Namun karena orang tua tidak mampu mengkuliahkannya, diapun tidak dapat kuliah. Jadi kami ajak dia (Topan Zulkarnain) ke rumah kami ini untuk membantu abangnya kerja, nanti kalau sudah ada uang baru kuliah,” kata kakak iparnya, Yai.

Masih cerita Yai (kakak ipar korban), sementara orang tuanya sudah pisah. Percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri sudah pernah dilakukannya beberapa waktu lalu namun digagalkan. Keinginannya untuk kuliah sangat kuat namun tidak mampu.

Polsek Kualuh Hulu yang tiba di TKP melakukan penyelidikan sementara petugas medis/petugas kesehatan yang telah tiba di TKP melakukan pemeriksaan medis/visum terhadap korban dan membawanya ke RSUD Labura Aek Kanopan.

Kepala Desa Gunung Melayu Saiful Anwar mengatakan dugaan korban meninggal dunia bunuh diri dengan cara gantung diri dan jenajahnya akan disemayamkan /dikebumikan di Simpang Kawat Asahan sedangkan alamatnya di KTP tercatat warga Kelurahan Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu Labura.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP R Sihombing SH melalui Kanit Reskrim IPTU D Nainggolan membenarkan Topan Zulkarnain meninggal dunia diduga gantung diri dan barang bukti tali nilon dan kursi plastik telah diamankan. “Masih dilakukan penyelidikan,” tandas Kanit Reskrim (pojoksatu.id)