Dokumen Rahasia PKI Dibuka, Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu Temui Menhan Amerika - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dokumen Rahasia PKI Dibuka, Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu Temui Menhan Amerika

Amerika membuka dokumen rahasia terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada publik. Dalam dokumen tersebut, berisi tentang tragedi pembantaian orang-orang yang dituduh berhubungan dengan PKI.‎


Dokumen-dokumen tersebut dibuka oleh National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan National Archives and Records Administration (NARA). Dokumen ini tebalnya 30 ribu halaman dan berisi berbagai macam catatan Kedutaan Besar AS di Jakarta dalam periode 1964-1968.

Karena itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku akan menemui Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Mattis dalam waktu dekat. Ryamizard menyatakan, agenda pertemuan tersebut tidak lain untuk menanyakan perihal dokumen dimaksud.

Sebab, dalam dokumen itu disebutkan bahwa ada upaya yang diduga dari TNI AD untuk menghancurkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menggulingkan Soekarno menjadi Presiden Indonesia pada tahun 1965.

“Nanti saya akan temui Menhan AS tanggal 25 di Filipina, akan saya tanya ini,” ujar Ryamizard Ryacudu saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10).

Pertemuannya dengan Menhan Amerika Serikat akan berlangsung selama satu jam.

Sehingga, menurut Ryamizard, ia bisa menanyakan detail informasi mengenai TNI AD yang diduga ingin menghancurkan PKI dan menggulingkan Presiden Soekarno.

“Cukup lama kan pertemuan 1 jam, nah saya tanya ini,” kata Ryamizard Ryacudu.

Sekadar informasi, sebanyak 36 dokumen rahasia diplomatik Amerika kembali dibuka untuk publik. Dokumen itu berisi tentang tragedi pembantaian orang-orang yang dituduh berhubungan dengan PKI.‎ Dokumen-dokumen tersebut secara khusus menyebutkan pembunuhan massal itu diperintahkan oleh Soeharto (Presiden kedua RI). Perintah itu disebut sebagai upaya kudeta, tapi akhirnya gagal.

Selain itu, disebutkan pula pembantaian itu dibantu oleh Ansor, organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU).‎ Rangkaian dokumen yang berbentuk catatan harian dari tahun 1964-1968 diantaranya menyebutkan tentang upaya TNI AD menyingkirkan Soekarno dan menghancurkan gerakan kiri di Indonesia.

Selain itu ada juga eksekusi terhadap pemimpin PKI serta keterlibatan pejabat Amerika dalam mendukung upaya TNI AD. Disebutkan pula, upaya penjatuhan Soekarno itu tidak lepas dari pendekatan TNI AD kepada sejumlah kedutaan besar negara-negara Barat. ( pojoksatu.id )