Ibu Panik Saat Bayinya Menjerit di Pesawat, Pramugari yang Datang Malah Ikut Menangis, Ternyata - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ibu Panik Saat Bayinya Menjerit di Pesawat, Pramugari yang Datang Malah Ikut Menangis, Ternyata

Pergi berlibur akan terasa menyenangkan sekaligus cukup menegangkan bagi sebagian orang. Semua berbicara tentang perencanaan, berkemas, dan memastikan bahwa kalian tidak ketinggalan pesawat atau kereta. Namun, sebagai orang tua tunggal yang bepergian dengan anak kecil, stresnya mungkin bertambah.


Bahkan di saat kebanyakan penumpang rileks dan nyaman duduk di kursi mereka di pesawat, para orang tua masih harap-harap cemas. Mereka berharap anaknya tidak rewel saat perjalanan. Jadi, tidak heran bila seorang wanita terlihat menangis setelah balita berusia 19 bulan terus merengek di pangkuannya selama 20 menit penuh.

Ini terjadi saat pesawat mereka bersiap mendarat. Di pesawat ini, ternyata ada seorang wanita bernama Jolene Shen. Ya, Jolene Shen adalah pramugari saat penerbangan saat menyaksikan kejadian tersebut, menurut unggahannya hari Selasa lalu (26 September).

Shen menulis:

"Kemarin, saat mendarat, ada seorang anak berusia 19 bulan menggeliat di pangkuan ibunya."
"Saat pesawat mendarat, dia mulai menangis dan berteriak tanpa henti."
"Dia menjerit dan gelisah sepanjang 20 menit waktu pendaratan."
"Air mata mengalir. Anak itu mendorong dan mencoba melepaskan sabuk pengaman bayi di kakinya, mencari kebebasan."
"Ibunya, seorang wanita mungil yang tampak seperti usianya di usia 30-an, mencoba yang terbaik untuk berpegangan."
"Ia menghibur anaknya dan berhasil berkali-kali meletakkan sabuk pengaman di pinggang anaknya."
"Dia menggendong anaknya dengan lembut, mendekatkan kepalanya ke anaknya dan berbisik pelan sepanjang waktu, tapi anak itu tidak terhibur, dia ingin dibebaskan."

Shen mencatat bahwa penumpang lain di sekitarnya mengambil napas dalam-dalam untuk kesabaran.

Sementara beberapa orang lainnya memberi tatapan empati. Tujuan Shen bukanlah untuk mempermalukan wanita tersebut dengan ceritanya. Tapi ia menyoroti kesulitan yang dihadapi orang tua saat bepergian sendiri dengan anak kecil. Sebagai seorang ibu sendiri, Shen mengatakan bahwa dia dapat berempati dengan wanita tersebut.

Menurutnya ibu itu sangat sabar, namun baru beberapa saat kemudian Shen menyadari bahwa dia benar-benar menumpahkan 'air mata tak berdaya' karena anaknya terus menangis. Shen mengatakan bahwa dia mendatangi sang ibu setelah diperbolehkan melepas sabuk pengaman.

Shen mengusap lengan ibu itu saat dia meyakinkannya dengan mengatakan, "Anda melakukan peran yang bagus sebagai orangtua".

Mendengar kalimat itu, ibu itu menangis tersedu-sedu.

Entah karena kata-kata yang diucapkan Shen atau dari kelegaan bahwa penerbangan telah usai, sang ibu mulai terisak-isak ke bahu anak itu.

"Saya merasakan air mata mengalir deras ke mata saya karena saya juga seorang ibu, saya tahu persis bagaimana perasaannya."

"Saya bersembunyi di balik tirai, menenangkan diri dan kembali kepada ibu untuk menceritakan kepadanya tentang hal terbaik yang telah dia lakukan," tulis Shen.

Shen bersyukur bahwa semua orang dalam penerbangan tersebut sangat memahami:

"Tidak ada yang memarahi ibu itu karena tidak bisa mengendalikan anaknya."

Dan dia merasa lebih berempati dan dukungan harus diberikan pada mereka yang bepergian sendiri dengan anak kecil.

"Tolong beri mereka lebih banyak dukungan pada saat kalian melihat seorang ibu sedang berjuang meladeni seorang anak. Berilah sebuah saran atau ucapan yang baik, atau menawarkan bantuan untuk menjaga anak itu selama beberapa saat sang ibu makan, itu akan sangat membantu para ibu."

Unggahan cerita Shen ini langsung viral di Facebook dan mendapat 620 likes dan 174 share.
Netizen pun tak ketinggalan ikut memberikan komentar. Mereka merasa terharu dan bersimpati mendengar kisah yang dibagikan Shen. ( sumber : tribunnews.com )