Mas Don kerjaan nya maling kain kafan jenazah, biar kaya katanya, kaya enggak jadi jomblo iya di cerai istri - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mas Don kerjaan nya maling kain kafan jenazah, biar kaya katanya, kaya enggak jadi jomblo iya di cerai istri

Untuk menjadi kaya, seseorang harus kreatif dan rajin bekerja. Namun ada sebagian orang yang memilih jalan pintas demi mendapatkan hidup yang bergelimang harta. Mereka menggunakan cara-cara klenik yang terkadang di luar nalar manusia.


Seperti yang dilakukan Donwori, pria 52 tahun yang tinggal di kawasan Kedung Tarakan, Surabaya, Jawa Timur. Demi memperoleh pendapatan besar, ia melakukan ritual `katok kain jenazah` yang dicuri dari kuburan pada hari-hari tertentu.

Namun nahas, ritual yang dilakukan Donwori akhirnya diketahui sang istri, Karin (45 tahun). Ritual klenik Donwori terbongkar setelah kain jenazah yang dicurinya dan disimpan di lemari, ditemukan oleh sang istri. Karin pun menyadari jika kain putih yang ada di lemarinya itu adalah kain mayat atau jenazah. Ternyata Donwori biasanya mencuri kain itu saat membantu penguburan seseorang.

" Jarang juga sih pakai celana kain mayatnya, yang sering itu sih dikoleksi. Enggak nyangka pastinya," kata Karin di sela-sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya.

Ternyata Koleksi Kain Mayat untuk...
Karin mengaku tidak menyangka suaminya bisa melakukan tindakan musyrik seperti itu. Padahal, selama ini suaminya identik sebagai pria baik-baik. Donwori rajin bekerja menjual bakso dan pentol secara keliling. Karin pun membantu dengan membuka warung di rumahnya. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan bisa menyekolahkan anaknya, Karin dan Donwori sebenarnya sudah sangat bersyukur dengan keadaan itu.

" Lha iyo sih. Buat apa juga koleksi kain mayat dan juga dipakai begitu, aku kesel banget," tambah ibu empat anak itu.

Karin tidak mengetahui sejak kapan suaminya mempraktikkan hal itu. Yang pasti selama setahun ini, suaminya jarang beribadah, bahkan terkesan menghindar. Dari segi ekonomi, Karin mengaku memang ada perubahan yang signifikan. Sebulan ia diberi uang belanja Rp5 juta. Berbeda jauh dari sebelumnya yang hanya kurang dari Rp1 juta per bulan. ( jpnn.com )