Menggunakan Cara Seperti ini Akhirnya Polisi Berhasil Tembus Jaringan Mucikari SMA - Khazahk.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Menggunakan Cara Seperti ini Akhirnya Polisi Berhasil Tembus Jaringan Mucikari SMA

remaja yang menjadi mucikari sejak SMP akhirnya berhasil diciduk tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Muntok, Jumat (13/10/2017) petang. ADP sendiri memang sudah lama jadi target polisi.


Hanya saja untuk menembus ke jaringan prostitusinya sulit. Tapi berkat kerja sama, polisi akhirnya berhasil menangkap pemuda perintis bisnis haram tersebut.

Lantas, bagaimana cara kerja polisi untuk bisa menembus jaringan ADP?

Diungkapkan oleh Kapolsek Muntok Iptu Chandra, terbongkarnya kasus prostitusi ini setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di rumah kos dan Penginapan Sin-sin diduga kerap dijadikan tempat prostitusi terselubung oleh ADP.

Petugas kepolisian kemudian menyamar sebagai pria hidung belang, dan memesan seorang wanita muda kepada ADP di rumah kos dan penginapan, yang berlokasi di Kampung Pal 2. Desa Air Belo, Kecamatan Muntok.

Ketika itu, ADP menawarkan seorang wanita berinisial ANT dengan tarif sekali kencan seharga Rp 2.000.000 ke bawah.

Tapi setelah dinegoisasi, akhirnya ADP sepakat menurunkan tarif menjadi Rp 800.000.

Setelah harga disepakati, ADP langsung membawa ANT menemui polisi yang menyamar di Penginapan Sin-sin.

Pada saat transaksi itulah, polisi langsung melakukan penyergapan.

ADP dan anak ayamnya, ANT tidak bisa berkutik.

Mereka langsung dibawa ke kantor Polsek Muntok untuk menjalani proses pemeriksaan, Namun ANT yang masih di bawah umur usai diperiksa dengan didampingi orangtua, langsung dipulangkan karena dinyatakan sebagai korban.

“Pelaku ADP tercatat sebagai pelajar salah satu SMKN di Kota Muntok.”

“Dia kami amankan karena diduga terlibat praktik prostitusi, di mana yang bersangkutan diduga kuat menjadi mucikari. Yang bersangkutan kami tangkap saat bertransaksi di sebuah kos atau Penginapan Sin-sin, Pal 2 Muntok,” kata Iptu Chandra, seperti dikutip TribunWow.com.

Namun sebelum itu, Iptu Chandra mengaku, awalnya pihaknya sempat dikelabui pelaku.

“Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke jaringan prostitusi ADP. Mereka tidak menggunakan sistem online, cuma membangun jaringan tertentu saja yang bisa masuk,” katanya.

Saat ini, polisi terus mendalami dan mengembangkan kasus tersebut.

Sementara itu, dari lokasi penangkapan, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya adalah satu handphone Oppo tipe F3, satu handphone Samsung tipe Galaxy Frame, satu handphone Oppo tipe A37, uang tunai Rp 800.000 yang diduga hasil transaksi prostitusi. ( tribunnews )