Misteri Video Siswa Dihajar di Kelas Terungkap, Ini Ternyata Penyebab Utamanya

Misteri video siswa dihajar di dalam kelas yang viral di media sosial terungkap sudah. Aksi kekerasan itu terjadi di SMK Bina Utama, Pontianak, Kalimantan Barat.



Saat ini tengah berlangsung pertemuan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Pertemuan itu berlangsung tertutup, diikuti siswa yang terlibat, para guru, Kadisdikdud Kalbar Alexius Akim, perwakilan KPAID Kalbar dan kepolisian.

Dari informasi sementara yang berhasil dihimpun, perkelahian tersebut terjadi antar siswa satu kelas. Mereka masih berada di Kelas X SMK Bina Utama Pontianak.

Berdasarkan informasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud), Hamid Muhammad yang beredar di grup wahtsapp, itu bukan kekerasan guru terhadap siswa.

Juga bukan kekerasan orangtua kepada siswa. Sebelumnya disinyalir bahwa pelaku adalah orang tua memukul siswa karena alasan pelecehan kepada putrinya, tapi ternyata yang terjadi adalah kekerasan antar siswa di dalam kelas.

“Jadi ini siswa Kelas X, yang memukul ini teman sekelasnya cuma body nya besar sepeti orangtua. Karena di bully atau sering diejek teman-temannya, akhirnya dia ngamuk dan memukul siswa lain, biasalah anak-anak divideokan dan kemudian diviralkan,” terang Hamid.

Menurutnya, peristiwa pemukulan itu terjadi Kamis (2/11) minggu lalu. “Videonya kan samar-samar, itu seperti orangtua atau orang yang sudah dewasa. tapi ternyata sama-sama siswa,” kata Hamid.

Peristiwa itu langsung diklarifikasi bersama KPAI, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala LPMP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Kepala Sekolah dan siswa-siswa yang bersangkutan.

“Sudah dimediasi oleh kepala sekolah dan sudah didamaikan. Klarifikasinya jam 9, Kepala dinas jam 11 akan presscon di Pontianak mengundang seluruh media,” jelasnya.

Terkait sanksi akibat peristiwa tersebut, menurut dia sanksi yang diberikan lebih kepada yang sifatnya mendidik, kecuali sudah mengarah kepada penganiayaan yang berbahaya. “Jadi diputuskan itu perkelahian biasa di dalam kelas, dan sudah diputuskan sudah damai,” katanya.

pojoksatu.id
Lebih baru Lebih lama