Kesal disebut kayak bocah oleh pacarnya, is nekat minum obat nyamuk

Seorang pemuda berstatus mahasiswa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, nekat menenggak cairan pembasmi nyamuk, Rabu, 10 Januari 2018, sekitar pukul 17.30 Wita. Pemuda bernama IS (19) itu diketahui baru saja bertengkar dari kekasihnya Suci yang berusia dua tahun lebih tua.



Sang kekasih diketahui sudah duduk di semester V, sementara IS baru duduk di semester III. Saat bertengkar, sang kekasih menyebut IS lebih muda dan kekanak-kanakan.

Tak terima disebut demikian, IS yang marah langsung menenggak sekitar setengah botol cairan antinyamuk ukuran 500 cc. Akibatnya, nyawa pemuda itu nyaris tak tertolong karena muntah-muntah disertai kejang-kejang.

Aksi nekat IS menenggak cairan antinyamuk, usai bertengkar hebat dengan kekasihnya sejam sebelum kejadian. Keduanya terlibat adu mulut di sebuah rumah kos di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Saat bertengkar itu, salah seorang rekan IS bernama Basir berusaha menengahi keduanya. Basir mengatakan, kedua pasangan ini layaknya kakak beradik yang kerap berselisih karena masalah kecil.

"Mirip adik kakak saja kalian ini, maunya satu mengalah," ujar Basir.

Merasa tersinggung dengan ucapan itu, korban lalu balik bertanya kepada Suci, kekasihnya. "Jadi, kamu selama ini pandang enteng saya karena saya lebih muda dari kamu, oh begitu?" tanya IS kepada Suci.

Belum sempat Suci menjawab, IS langsung menuju kamarnya dan mengambil sebotol cairan obat nyamuk. Tidak berpikir panjang, mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan itu langsung meminum sekitar setengah botol.

Tidak lama setelah nekat minum cairan pembasmi nyamuk, IS terlihat melayang dan mual lalu disertai muntah-muntah. Rekannya langsung membawa pemuda asal Pulau Kabaena itu ke rumah sakit yang berjarak hanya 100 meter dari rumah kosnya.

"Kita langsung bawa di rumah sakit. Untung cepat ditolong, kalau tidak dia bisa mati," ujar Amin, pemilik rumah kos tempat IS tinggal.

Penjaga Penginapan Anugerah, Amin, mengatakan IS kadang terlihat masih labil, meskipun sehari-harinya seperti pemuda normal lainnya. "Dia normal, sebetulnya baik. Tapi, memang agak labil mentalnya," ujar Amin yang masih punya hubungan keluarga dengan IS.

Menurut Amin, IS pernah minum racun pada 2017 lalu. Penyebabnya, mahasiswa semester 3 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari itu, terlambat dikirimi uang oleh orangtuanya di kampung.

"Pernah memang minum racun, karena merasa kecewa sama orangtuanya di kampung," ujar Amin.Dikatakannya pula, saat itu IS juga tertolong. Ia langsung diberikan minuman air kelapa muda dan dibawa ke rumah sakit. "Kurang tahu juga apa pikirannya anak itu," ujar Amin. ( liputan6.com )
Lebih baru Lebih lama