Warga alay berulah, pasang logo Tribarta, pas ditilang ngaku "gue kenal Kapolri", terus kalau kenal kenapa?

Banyak ulah yang dilakukan para pengendara mobil maupun sepeda motor saat berkendara di jalan. Baru-baru ini petugas menindak seorang pengemudi Toyota Fortuner dengan pelat B 1723 VJB, karena ditengarai berupaya mengelabui polisi dan masyarakat untuk terhindar dari kemacetan.



Seperti yang diunggah akun Instagram @tmcpolresbogor, petugas mengamankan pengemudi karena menggunakan emblem Tribrata Polri pada bagian pelat nomor kendaraan. Pengemudi juga ditindak, karena menggunakan sirine.

Dalam keterangan gambar yang diunggah, ditulis petugas memberhentikan kendaraan yang menggunakan lambang Tribrata dan sirine di Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, sehingga mengakibatkan pelambungan.

Masih dalam keterangan gambar, ditulis bahwa pelanggar mengaku mengenal Kapolri dan Kepala Korps Lalu Lintas. Namun, petugas tidak mudah percaya, karena pimpinan tertinggi dinilai pasti akan membela anggota yang melaksanakan tugas sesuai prosedur.

Lantas, bagaimana sanksi apa yang diterima pemilik mobil jika menggunakan emblem atau logo Tribrata Polri?

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, melihat kasus itu petugas hanya akan memberi sanksi teguran. Beda hal, jika pelat nomor polisi diubah bentuk yang akan ditindak dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kan sanksi teguran juga merupakan bagian dari penegakan hukum," kata Budiyanto kepada VIVA di Jakarta, Kamis 27 Desember.

Namun, untuk penggunaan sirine, rotator, dan strobo, pemilik kendaraan bakal disanksi, lantaran melanggar Pasal 59 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Unggahan gambar itu pun menuai beragam komentar dari warganet salah satunya @farhan.frt. "Mobil yang kaya gini bikin macet jalan berasa orang penting aja," tulis dia.

Warganet lainnya juga mendukung penindakan yang dilakukan petugas tersebut. "Good job pak! sangat mengganggu pengguna jalan lain," tulis @rinaldyiswara.

Petugas memberhentikan kendaraan yang menggunakan lambang tribrata dan sirine dikawasan puncak yang mengakibatkan pelambungan. . . Pelanggar mengaku mengenal kapolri dan kakorlantas, petugas pun tidak mudah percaya karena pimpinan tertinggi pun pasti akan membela anggota yg melaksanakan tugas sesuai prosedur. . . Mohon jangan ditiru karena penggunaan rotator diberikan kepada petugas yang berwenang sesuai dengan UU . . Penggunaan strobo, sirine dan rotator telah diatur di Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 ttg Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 59. 1. Lampu isyarat (rotator) warna biru dan sirine digunakan utk Kendaraan Bermotor petugas kepolisian. 2. Lampu isyarat (rotator) warna merah dan sirine digunakan utk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulance, palang merah, rescue dan jenazah. 3. Lampu isyarat (rotator) warna kuning tanpa sirine digunakan utk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarpras Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan dan angkutan barang khusus. . . Dan penggunaan Tribrata di plat Kendaraan juga salah, karena tribrata merupakan pedoman polri dan tidak seharusnya di pasang seperti itu. . . Kami yakin pelanggar juga police Lovers, tapi mungkin perlu diluruskan batasan2nya dan hal2 yang dilarang apa saja sehingga mereka juga nyaman dan tidak berlebihan ▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂ @andimochammaddicky @hasbyristama @polresbogor @divisihumaspolri @multimedia.humaspolri @bidhumaspoldajabar @rtmcjabar @ntmc_polri @polisijawabarat @dit.kamsel.korlantas.polri @bogor.kabupaten @polisi_indonesia @polantasindonesia @abdinegaraofficial ▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂ #polresbogor #poldajabar #polresbogorkabupaten #kapoldajabar #kapolresbogor #polisijawabarat #polisi #police #polri #indonesia #jawabarat #bogor #multimediahumaspolri #abdinegaraofficial #kamihumaspolri #tmcpolresbogor #kabupatenbogor #penindakan #tilang #polisi #lalulintas
A post shared by TMC Polres Bogor (@tmcpolresbogor) on
Lebih baru Lebih lama